Categories
Kreatifitas Travelling Guides

Sehari Menjadi Garba Bikers

DSCN6257
Kalau bikers pada umumnya dikenal sebagai penggemar sepeda motor, maka bikers versi garba itu penggemar sepeda saja. Kembali menekuni kegiatan yang sebenarnya simple tapi sudah mulai ditinggalkan orang. Selain berolahraga,pemandangan alam sekitar juga bisa menjadi alternatif sebagai salah satu alasan mencoba kembali kegiatan yang satu ini.

DSCN6270
Saat kebosanan melanda, tiba-tiba tercetus ide untuk liburan belajar dengan bersepeda. Perjalanan ini dimulai dari kampus UNS menuju situs manusia purba Sangiran. Berbekal sepeda yang bisa diusahakan seadanya dengan susah payah , anggota Garba berlatih tetang manajemen bersepeda. Tidak lupa setelah perjalanan berakhir, peta perjalanan pun dibuat.
peta bikers

Categories
Featured Travelling Guides

Untuk Udara, Air, Bumi, Dan Semuanya. Terima Kasih!

KepadaNYA selalu lupa kita ucapkan, Terima Kasih! Seolah milik sendiri kita ambil semua. Tanpa Ijin dan Tanpa Terima Kasih. Mungkin benar bahwa semua telah disiapkan untuk kita. Kita sebagai diri pribadi atau sebagai satu jenis makhluk. Manusia. Bukankah manusia tidak hanya diri kita, kelompok kita, partai kita, keluarga kita tapi juga manusia – manusia yang belum lahir! Ya, kita berhutang begitu besar.

Lalu bila kita tidak perduli dan merusak semua demi berlomba memenuhi keserakahan kita, apakah DIA rugi? Justru kita yang akan sengsara. Kita telah diajarkan oleh NYA apa yang kita namakan sebab-akibat, aksi dan reaksi. Tanah longsor, banjir, kekeringan, hujan asam, pemanasan global bukankah itu ulah kita? Lalu kita bilang, “Ini mungkin sudah kehendak YangKuasa bahwa bencana banjir ini terjadi!” Bukankah aneh? DIA tidak pernah menghendaki keburukan. Kita sendiri yang menjadi biangnya. Bukan karena kita tidak tahu. Namun karena kita tidak mau tahu dan tidak perduli karena takut sumber daya yang disediakanNYA diserobot orang lain. Takut keburu kehabisan.

Semua mampu berperan mengurangi itu semua demi manusia – manusia yang belum lahir. Demi memelihara apa yang telah diberikanNYA kepada kita. Akhirnya demi diri kita sendiri pula. Bagaimana mungkin Pecinta Alam bisa membantu? Pertanyaan yang bagus bukan? Apa yang selama ini telah kita lakukan? Naik Gunung, Panjat tebing, arung jeram, susur gua dan lain sebagainya. Apa yang kita dapatkan? Kesenangan pribadi semata? Kita bisa apa untuk melestarikan alam ini? Ya, Kita, Pecinta Alam!

Apakah kita memiliki kecenderungan untuk melestarikan alam? Bila ada sedikitpun, apakah mungkin lebih besar dari orang lain? Bila tidak lebih besar, ada sesuatu yang kurang atau salah disini. Mari kita tumbuhkan apa yang telah ada. Rasa mencintai alam, rasa senang bersanding dengan alam. Kemampuan menikmati kedinginan, kemampuan menikmati rintik hujan dan bahkan badai, adalah kelebihan kita. Mari kita manfaatkan dengan baik untuk mendorong diri kita sendiri untuk membantu pelestarian alam. Sebagai wujud rasa syukur kita atas Nikmat yang selalu kita rasakan tersebut.

Selamat Datang, Selamat Mencintai Alam!

 

Categories
Featured Travelling Guides

Hutan Alami Taman Nasional Baluran

Logo Baluran

 

Taman Nasional Baluran merupakan kawasan Konservasi Sumberdaya Alam, yang berarti di dalam kawasan Taman Nasional Baluran terdapat pengelolaan sumberdaya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana, untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya.

Kawasan TN Baluran terletak di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur dengan batas-batas wilayah sebelah utara Selat Madura, sebelah timur Selat Bali, sebelah selatan Sungai Bajulmati, Desa Wonorejo dan sebelah barat Sungai Klokoran, Desa Sumberanyar. Luas Wilayah 12.000 Ha, zona rimba seluas 5.537 ha (perairan = 1.063 Ha dan daratan = 4.574 Ha), zona pemanfaatan intensif dengan luas 800 Ha, zona pemanfaatan khusus dengan luas 5.780 Ha, dan zona rehabilitasi seluas 783 Ha.

Baluran 01

Sedangkan dari segi pengelolaan kawasan TN Baluran dibagi menjadi dua Seksi Pengelolaan Taman Nasional, yaitu: Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Bekol, meliputi Resort Bama, Lempuyang dan Perengan, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Karangtekok meliputi Resort Watu Numpuk, Labuhan Merak dan Bitakol.

Tujuan pembangunan konservasi sumberdaya alam yaitu mengusahakan terwujudnya kelestarian sumberdaya alam hayati serta keseimbangan ekosistemnya, sehingga dapat lebih mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia. Taman Nasional Baluran memiliki potensi keanekaragaman hayati yang cukup tinggi baik flora, fauna maupun ekosistemnya, termasuk keindahan panorama alamnya. Ditinjau dari status kawasan. Taman Nasional Baluran memiliki 3 fungsi utama yaitu (1) fungsi Perlindungan sistem penyangga kehidupan, (2) Pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa dan (3) Pemanfaatan secara lestari Sumber Daya Alam Hayati (SDAH) beserta ekosistemnya, yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, rekreasi dan pariwisata.
Maka dari itu tujuan pengelolaan kawasan Taman Nasional Baluran adalah melestarikan SDAH dan ekosistemnya agar dapat memenuhi fungsinya (3P) secara optimal. Sasaran utama pengelolaan Taman Nasional Baluran adalah SDAH, ekosistem dan kawasannya. Tingginya potensi keanekaragaman hayati dan indahnya panorama alam Baluran, merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara untuk mengunjungi dan menikmatinya.

Baluran 02

Baluran 03

Taman Nasional Baluran sebagai salah satu kawasan konservasi yang didalamnya memiliki berbagai macam flora dan fauna dan ekosistem memiliki beragam manfaat baik manfaat bersifat tangible (dalam pemanfaatan skala terbatas) maupun manfaat yang bersifat intangible, berupa produk jasa lingkungan, seperti udara bersih dan pemandangan alam. Kedua manfaat tersebut berada pada suatu ruang dan waktu yang sama, sehingga diperlukan suatu bentuk kebijakan yang mampu mengatur pengalokasian sumberdaya dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan dan aspek sosial ekonomi masyarakat sekitarnya.
Taman Nasional Baluran memiliki beberapa obyek dan daya tarik wisata alam yang cukup beragam, terdiri dari kombinasi berbagai bentang alam mulai dari ekosistem laut hingga pegunungan, savana, dan keanekaragaman jenis satwa dan tumbuhan.

Beberapa daerah di Taman Nasional Baluran yang sering dikunjungi wisatawan dan masyarakat untuk berbagai keperluan terutama yang dimanfaatkan sebagai daerah tujuan wisata antara lain: Gua Jepang, Curah Tangis, Sumur Tua, Evergreen Forest, Bekol, Bama, Manting, Dermaga, Kramat, Kajang, Balanan, Lempuyang, Talpat, Kacip, Bilik, Sejileh, Teluk Air Tawar, Batu Numpuk, Pandean, dan Candi Bang. Adapun wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Baluran meliputi wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Dari berbagai obyek wisata yang ada di Taman Nasional Baluran sebagian telah dikembangkan menjadi produk wisata, antara lain Gua Jepang, Curah Tangis, Visitor Centre, Candi Bang, Savana Semiang, Savana Bekol, Evergreen Forest Bekol, dan Pantai Bama.

Potensi Wisata

TN Baluran memiliki tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi karena keindahan alamnya, keanekaragaman flora dan fauna yang terdapat di dalamnya, serta kekhasan lanskap penyusunnya yang tidak dimiliki oleh Taman Nasional lain. Objek-objek wisata tersebut sebagian telah dilakukan pengembangan diantaranya adalah Bekol, Bama, Goa Jepang dan Curah Tangis. Objek Wisata Alam yang ada di TN Baluran diantaranya :

1. Camping Ground Wonorejo Lokasi perkemahan

2. Curah Tangis Wonorejo Panjat tebing

3. Gua Jepang Wonorejo Peningggalan Jepang, dahulu merupakan tempat perlindungan, menyimpan senjata dan makanan

4. Sumur Tua Wonorejo Konon merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit

5. Evergreen Forest Wonorejo Hutan hijau sepanjang tahun, pengamatan flora dan fauna, tersedia jalur interprtasi

6. Bekol Wonorejo Fotografi, panorama alam dari menara pandang, atraksi satwa di savanna, tersedia jalur inter pretasi tersedia 3 buah pesanggrahan (26 orang)

7. Bama Wonorejo Fotografi, hutan bakau, pengamatan flora dan fauna (termasuk beraneka jenis burung dan atarksi sekawanan kera yang memancing kepiting dengan ekornya), berjemur di pantai, berenang, snorkelin g, menyelam, bersampan, pengamatan biota laut, menyusur pantai, menyaksikan matahari terbit, terdapat jalur interpretasi, ter sedia pesanggrahan kapasitas maksimal 28 orang

8. Manting Wonorejo Sumber air tawar, konon berkhasiat sebagai obat awet muda

9. Dermaga Wonorejo Memancing

10. Kramat, Kajang, Balanan, Lempuyang Wonorejo Atraksi satwa di savanna

11. Talpat Wonorejo Mata air, atraksi satwa di savanna

12. Kacip Wonorejo Mata air di lereng gunung

13. Gunung Baluran Wonorejo Sumberwaru Mendaki gunung

14. Bilik / Sijile Sumberwaru Berenang, snorkeling, menyelam, bersampan, pengamatan biota laut, menyaksikan matahari terbit, fotografi

15.Teluk Air Tawar Sumberwaru Sumber air tawar di tepi pantai, hutan pantai, fotografi

16. Watu Numpuk Sumberwaru Panorama alam dari ketinggian, atraksi satwa, fotografi

17. Pandean Wonorejo Pelabuhan nelayan, pencari nener

18. Candi Bang Wonorejo Makam tua, panorama pantai, fotografi

NB : Penghujung bulan Januari 2012 kami berencana mengunjungi Taman Nasional Baluran untuk melakukan pengamatan flora dan fauna. Silahkan bergabung bersama kami.