Home » Refleksi

Ah Biar Saja

Submitted by on 28/04/2017 – 23:34

Aku cuma menyampaikan pandangan saja. Kalau bukan aku siapa lagi? Mungkinkah ini membuat adik – adikku merasa terintimidasi dan diatur – atur? Mungkin, tapi kapan lagi? Terkadang, kami terlalu bersemangat dalam penyampaian. Sering terdengar terlalu teoritis sehingga kesan cerewet sulit dihindari.

Ah Biar Saja

Semoga nasehat kami tak diperlukan lagi karena sudah diketahui. Namun bila belum, ini untuk mereka. Aku cuma ingin mereka lebih baik dari aku dulu. Aku tak ingin mereka celaka.

Ah Biar Saja

Untuk teman – temanku yang “tua”, tetaplah cereweti mereka. Mungkin mereka akan terluka tapi jangan sampai mereka celaka.

Ah Biar Saja

Semoga semua yang jelek itu terabaikan sejalan dengan waktu. Semoga pesannya saja yang diingat dan manfaatnya yang dilihat. Sabar ya Dik! Garba ini milikmu! Apakan saja terserah padamu.

Leave a comment

Add your comment below. You can also subscribe to these comments via RSS

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar