Home » Agenda Garba, Headline

Berlatih Lebih Jauh–Gladian Garba Wira Bhuana Rock Climbing 2017

Submitted by on 21/03/2017 – 21:28
Keseruan anggota mencoba menjajakkan kaki di titik tertinggi tebing

Keseruan anggota mencoba menjajakkan kaki di titik tertinggi tebing Samigaluh

Gladian Garba Wira Bhuana atau biasa disebut dengan Glagar adalah kegiatan latihan yang dapat diikuti oleh semua anggota guna menambah kecakapan anggota Garba Wira Bhuana. Pada tahun 2017 ini, serangkaian Glagar dilaksanakan antara bulan Maret – Mei. Glagar pertama yang telah dilaksanakan adalah rock climbing. Glagar rock climbing terlaksana pada tanggal 17-19 Maret 2017. Latihan ini mengambil tempat di tebing Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta. Dekat dengan lokasi basecamp rafting Sungai Progo bawah.

Diikuti oleh 23 anggota Garba Wira Bhuana, kegiatan Glagar Rock Climbing ini memiliki 2 bagian materi, materi dasar dan materi lanjutan. Materi dasar untuk anggota muda dan materi lanjutan untuk anggota penuh. Beberapa materi yang dipraktikkan diantaranya top rope climbing, artificial sport climbing, artificial climbing, rigging, pembuatan pengaman tubuh, dan pemasangan pengaman sisip. Terdapat 3 jalur panjat yang digunakan, tetapi tebing Samigaluh sendiri memiliki banyak sekali jalur dan telah terpasang hanger di tebingnya.

“Sebagian besar anggota sudah dapat mencapai dan memahami materi yang diberikan, hanya saja kurang di bagian teknik dan jam terbang panjat. Perlunya latihan rutin, misal boulder untuk mengasah teknik dan ketahanan otot saat memanjat. Panjat tidak hanya memerlukan otot, tetapi juga otak. Maka dari itu teknik dalam panjat harus selalu diasah,” pendapat Aji Nur Rohman selaku komandan lapangan kegiatan Glagar Rock Climbing.

Tebing Samigaluh dapat ditempuh sekitar 3 jam perjalanan dari Solo, tepatnya kampus UNS Kenthingan. Terdapat 2 rute yang dapat dilewati, yaitu lewat Ringroad Utara dan lewat Jogja kota. Dua rute tersebut memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Rute Ringroad lebih mudah untuk dilewati karena sepanjang jalur merupakan jalur dua arah, tetapi rute kota lebih cepat untuk mencapai tempat tujuan. Jika ingin melewati Rute Ringroad, setelah memasuki Ringroad Utara Jogja perempatan pertama belok kiri (arah Godean/Dekso) lalu lurus terus ikuti jalan raya sampai menemukan perempatan lampu merah yang biasa disebut perempatan Dekso. Dari perempatan Dekso masih lurus mengikuti jalan raya kurang lebih 3 kilometer. Di sebelah kanan terdapat banner bertuliskan “panjat tebing” lalu masuk ke jalan tersebut. Jalan belok kanan merupakan jalan cor semen yang sangat menanjak dan sempit. Perlu kondisi kendaraan (motor) yang baik, dan saat musim hujan jalan tersebut licin. Perlu berhati-hati ketika melewati jalan ini.

Tebing Samigaluh yang terletak di Desa Purwoharjo ini merupakan tebing dengan karakteristik batuan limestone atau batu kapur. Terdapat 2 tebing yang terdapat di area ini. Tebing pertama terletak sekitar 10 meter ke arah timur basecamp dan mempunyai 3 jalur sport dengan ketinggian kurang lebih 6 meter. Tebing kedua terletak agak jauh, kurang lebih 50 meter ke arah selatan basecamp. Tebing kedua memiliki 4 jalur sport yang masih bagus kondisi hanger-nya dengan ketinggian kurang lebih 20 meter. Namun diluar jalur yang sudah tersedia, masih banyak jalur yang dapat di-explore untuk pemanjat tingkat pemula maupun lanjut.

Tebing yang cukup seru dan perlu dicoba! Salam lestari!

Tags: , , , , , , , , , , ,

Leave a comment

Add your comment below. You can also subscribe to these comments via RSS

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar