Home » Featured, Headline

Mengenal Orienteering

Submitted by on 26/04/2016 – 22:24

 

 

Orienteering merupan salah satu cabang olah raga alam bebas yang menantang dan membutuhkan ilmu khusus mengenai medan, peta, dan kompas. Awal istilah Orienteering sendiri muncul dari negara Swedia, yang bermakna melintasi suatu daerah yang tidak dikenali sebelumnya dengan dibantu dengan peta dan kompas. Orienteering awalnya digunakan oleh kalangan militer negara-negara Skandinavia (Swedia, Norwegia, dan Finlandia) sebagai suatu metode latihan peta dan kompas pada pertengahan 1880-an.

Seorang pemimpin kepanduan, Mayor Ernst Killender mempopulerkan orienteering di Swedia. Beliau mengadakan lomba orienteering dengan mengambil lokasi di pedesaan yang berpanorama indah dan hawa sejuk sekitar lima belas kilometer selatan Stockholm. Lomba pertama diadakan pada bulan Maret 1919 dengan jumlah peserta 155 orang militer. Sejak saat itu orienteering mulai berkembang di Skandinavia dan Beliau dikenal sebagai Bapak Orienteering.

Dasar permainan dalam olah raga orienteering adalah sebuah perjalanan pencarian titik-titik kontrol yang disebar dalam medan permainan dan telah digambarkan dalam peta yang menjadi alat bantu para pemainnya. Pemenang dalam orienteering ditentukan oleh nilai yang diperolehan dari titik-titik kontrol yang ditemukan serta waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan pencarian titik-titik kontrol tersebut.  Standarnya dalam sebuah pertandingan orienteering terdiri dari Start, rangkaian titik-titik kontrol dan finish.

Federasi Orienteering

Saat ini orienteering merupakan olah raga yang mendunia dan memiliki federasi sebagai induk organisasi orienteering dunia yaitu International Orienteering Federasi (IOF). IOF membagi orienteering dalam empat cabang yaitu: Foot Orienteering, Mountain Bike Orienteering, Ski Orienteering, dan Trail Orienteering. IOF telah berdiri sejak tahun 1961 dan diakui oleh Komite Olimpiade Internasional pada tahun 1977.

IOF beranggotakan federasi-federasi orienteering dari negara yang mengakui dan mendaftarkan diri sebagai anggota IOF. Saat ini, anggota IOF telah mencapai 79 negara dan Indonesia telah menjadi bagian dari IOF dengan Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI).

FONI baru dideklarasikan pada tanggal 4 Agustus 2001 dan setahun berselang diakui menjadi anggota IOF dengan Status Anggota Tidak Penuh (Associate Member). Dengan adanya FONI di Indonesia menjadi jaminan akan perkembangan Orienteering di tanah air. Pada tahun 2016 ini untuk pertama kalinya FONI mengadakan perlombaan orienteering dengan format perlombaan series, total ada lima series dan akumulasi poin di setiap seriesnya. Ini merupakan langkah besar FONI dalam usahanya untuk mempopuler olah raga yang tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, namun juga mesti didukung dengan kekuatan mental dan kemampuan berfikir cepat, tepat, dan akurat dalam mencari titik control dalam suat medan pertandingan. (By : Sam Anjar Rantona)

Leave a comment

Add your comment below. You can also subscribe to these comments via RSS

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar