Untuk Udara, Air, Bumi, Dan Semuanya. Terima Kasih!
08/01/2014
adinugrohot (22 articles)
0 comments
Share

Untuk Udara, Air, Bumi, Dan Semuanya. Terima Kasih!

KepadaNYA selalu lupa kita ucapkan, Terima Kasih! Seolah milik sendiri kita ambil semua. Tanpa Ijin dan Tanpa Terima Kasih. Mungkin benar bahwa semua telah disiapkan untuk kita. Kita sebagai diri pribadi atau sebagai satu jenis makhluk. Manusia. Bukankah manusia tidak hanya diri kita, kelompok kita, partai kita, keluarga kita tapi juga manusia – manusia yang belum lahir! Ya, kita berhutang begitu besar.

Lalu bila kita tidak perduli dan merusak semua demi berlomba memenuhi keserakahan kita, apakah DIA rugi? Justru kita yang akan sengsara. Kita telah diajarkan oleh NYA apa yang kita namakan sebab-akibat, aksi dan reaksi. Tanah longsor, banjir, kekeringan, hujan asam, pemanasan global bukankah itu ulah kita? Lalu kita bilang, “Ini mungkin sudah kehendak YangKuasa bahwa bencana banjir ini terjadi!” Bukankah aneh? DIA tidak pernah menghendaki keburukan. Kita sendiri yang menjadi biangnya. Bukan karena kita tidak tahu. Namun karena kita tidak mau tahu dan tidak perduli karena takut sumber daya yang disediakanNYA diserobot orang lain. Takut keburu kehabisan.

Semua mampu berperan mengurangi itu semua demi manusia – manusia yang belum lahir. Demi memelihara apa yang telah diberikanNYA kepada kita. Akhirnya demi diri kita sendiri pula. Bagaimana mungkin Pecinta Alam bisa membantu? Pertanyaan yang bagus bukan? Apa yang selama ini telah kita lakukan? Naik Gunung, Panjat tebing, arung jeram, susur gua dan lain sebagainya. Apa yang kita dapatkan? Kesenangan pribadi semata? Kita bisa apa untuk melestarikan alam ini? Ya, Kita, Pecinta Alam!

Apakah kita memiliki kecenderungan untuk melestarikan alam? Bila ada sedikitpun, apakah mungkin lebih besar dari orang lain? Bila tidak lebih besar, ada sesuatu yang kurang atau salah disini. Mari kita tumbuhkan apa yang telah ada. Rasa mencintai alam, rasa senang bersanding dengan alam. Kemampuan menikmati kedinginan, kemampuan menikmati rintik hujan dan bahkan badai, adalah kelebihan kita. Mari kita manfaatkan dengan baik untuk mendorong diri kita sendiri untuk membantu pelestarian alam. Sebagai wujud rasa syukur kita atas Nikmat yang selalu kita rasakan tersebut.

Selamat Datang, Selamat Mencintai Alam!

 

adinugrohot

adinugrohot

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment