Home » Agenda Garba, Featured

SESSION HUTAN GUNUNG 2013 GARBA WIRA BHUANA

Submitted by on 17/08/2008 – 01:38

SESSION HUTAN GUNUNG 2013 GARBA WIRA BHUANA

May 21, 2013 at 7:50pm

Kamis, 21 Maret 2013

Dalam perjalanan ini dijabarkan perjalanan Session Hutan Gunung (SHG) yang dilakukan oleh 5 anggota GWB. 5 anggota GWB tersebut terdiri dari 3 anggota muda dan 2 anggota penuh. 3 anggota muda tersebut adalah Dyah Retno Widyaningrum (GWB 24251 MS-AM), Afrizal Mulfi Riansyah (GWB 24252 MS-AM) dan Shila Majid Ardiyani (GWB 24257 MS-AM). Sedangkan 2 anggota penuh tersebut adalah Damar Ivandi (GWB 22232 AWKB) dan Irfan Nur Zaini (GWB 23243 HK). Session Hutan Gunung (SHG) ini dilaksanakan di Ngargoyoso dari tanggal 21 Maret-23 Maret 2013.

Sebelum melakukan perjalanan ini, kami sebagai peserta session melakukan berbagai tahapan mulai dari perizinan sampai dengan packing alat. Packing dilakukan pada pukul 08.00 WIB dan selesai fix pada pukul 16.45 WIB. Hal itu dikarenakan peserta session sedang mengikuti kuliah dan melanjutkan packing pada sore hari.

Perjalanan ini kami mulai dengan Upacara Pemberangkatan Session HG yang dipimpin oleh Komandan Lapangan, Afrizal Mulfi Riansyah. Sambutan dari Senior, Ketua Umum dan Ketua Panitia adalah sebuah doktrin nasehat yang telah mengiringi langkah kami. Upacara Pemberangkatan Session Hutan gunung ini dilaksanakan pada pukul 17.00 yang diakhiri dengan doa dan teriakan “Garba Garba Garba”.

Kami berangkat dari Sekre Garba Wira Bhuana pukul 17.30. Kami berangkat diantar oleh Permadi Riyanto (GWB 25268 CPS-AM), Tunggal Ramdhani (GWB 2526 CPS-AM), Agus Purwanto (GWB 22231 AWKB), Puthut Bayu Adjie (GWB 21226 BAT), Widyatama Putra M (GWB 2324 HK) sampai di lokasi entry point tepatnya di Dusun Sawit.

Perjalanan kami mulai dengan rute Solo-Karanganyar- Karangpandan-Kemuning-Sawit. Kami sampai di Kemuning pukul 19.20. Perjalanan kami tidak semulus yang dibayangkan. Sebelumnya kami sampai di Dusun Segorogunung yang kami pikir adalah Dusun Sawit. Kami sampai di Dusun Segorogunung pukul 19.40. Disana kami melakukan ormed dan mengajukan pertanyaan kepada sebagian orang di dusun tersebut. Perjalanan dari Sekre GWB ke Dusun Segorogunung memakan waktu hampir 2,5 jam.

Mengetahui kesalahan pada daerah yang dituju, kami segera melanjutkan perjalanan ke dusun tersebut. Arah yang kami tuju adalah arah selatan karena Dusun Sawit berada di selatan Dusun Segorogunung. Kami sampai di Dusun Sawit pukul 19.55 tepatnya di jalan, depan SDN 1 Segorogunung.

Untuk mengetahui keberadaan kami atau dimana kami, kami melakukan resection. Sedangkan untuk mengetahui titik koordinat atau lokasi yang dicari, kami melakukan resection. Dalam perjalanan, kami selalu melakukan resection dan intersection dibeberapa titik. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah kami mencapai point-point yang telah diberikan oleh pengurus.

Sesampai di Sawit (depan SDN 1 Segorogunung), kami melakukan ormed di lokasi tersebut pukul 20.00 WIB. Kami melangkah ke arah barat dan kembali ke timur. Mengetahui daerah yang dituju adalah lokasi sekitar entry point, maka selanjutnya kami mulai melakukan intersection. Di jalan, depan SDN 1 Segorogunung kami melakukan intersection dengan menarik garis (SDN 1 Segorogunung =120 dan Kantor Kepala Desa Segorogunung = 650)

Kami mulai masuk ke lapangan tepat berada di depan SDN 1 Segorogunung. Langkah selanjutnya yang kami lakukan adalah membidik SDN 1 Segorogunung dan Kantor Kepala Desa Segorogunung dengan menggunakan kompas.

Pertama, kami membidik Kantor Kepala Desa Segorogunung dan selanjutnya SDN 1 Segorogunung. Posisi Kantor Kepala Desa Segorogunung tepat 120 dari posisi kami, namun posisi SDN 1 Segorogunung belum tepat 650 dari posisi kami. Agar posisi tersebut tepat 650 dari posisi kami, maka kami berjalan ke arah utara-selatan sambil melihat kompas. Dan akhirnya, pukul 20.30 entry point telah ditemukan. 070 36’ 46,22’’ LS dan 1110 7’ 49,46’’ BT.

Setelah entry point ditemukan, kami mendirikan camp di lapangan dan memasak makan malam. Pukul 21.25 kami pindah ke gedung Badminton Kantor Kepala Desa karena penjaga Kantor Kepala Desa yang meminta. Kami diperlakukan sebagai tamu bahkan kami diberi sepiring pisang goreng sebagai hidangan malam.

Pukul 21.35 kami melakukan ISHOMA. Pukul 22.03 kami melakukan evaluasi dan briefing. Adapun hasil dari evaluasi yaitu :

1. Jadwal pemberangkatan kami terlambat 2,5 jam dari rencana awal.

Briefing untuk besok yaitu Jumat, 22 Maret 2013 :
Bangun pukul 05.05 pagi dan melanjutkan sholat, foto bersama di lokasi entry point, perjalananan ke point 1
Memasak akan dilakukan di tengah perjalanan, mencari tempat yang datar
Membagi tugas untuk memasak, packing
Mencapai target yaitu sampai dengan point 1.
Menentukan route atau ploting jalur untuk point pertama, kami memilih jalur ke arah barat (jalan setapak) dan lanjut masuk ke bukit yang agak terjal namun lebih dekat

Dan setelah berbagai aktifitas yang telah kami lakukan, pukul 23.10 kami tidur.

Jum’at, 22 Maret 2013

Pukul 05.10 kami bangun tidur dan dilanjutkan packing. Pukul 06.14, kami menuju entry point untuk foto bersama. Pukul 06.24 mulai pergerakan menuju point 1. Diah di barisan paling depan. Selanjutnya Shila, Rizal, Irvan, dan Damar. Kami berjalan naik menyusuri ladang dan berhenti di tempat yang landai. Di tempat tersebut kami memasak dan makan pagi.

Pukul 09.00 mulai pergerakan kembali. Dengan melewati bukit dan lembah, akhirnya kami sampai di Desa Sedonorejo pukul 10.15 WIB dan melanjutkan istirahat. Pukul 10.25 kami mulai pergerakan kembali.

Kurang lebih setengah jam, kami istirahat di pertigaan jalan Gua Jepang. Setelah berjalan menyusuri hutan, kami merasa lelah dan istirahat kembali. Kami memutuskan kembali mengambil rute utara bumi perkemahan karena jalan yang kita tempuh terlalu terjal.

Kami melanjutkan perjalanan dan berhenti untuk istirahat sejenak pukul 12.42. Pukul 13.05 kami sampai di lokasi point 1. Sesampai di lokasi point 1, kami istirahat sejenak dan menikmati hidangan makan siang serta menunaikan Ibadah Sholat Dhzuhur.

Pukul 13.35 kami melakukan intersection. Obyek yang kita gunakan dalam intersection adalah ladang dan lembah. Ladang 3040 dan lembah 390 . Pukul 13.55 akhirnya kami menemukan point 1 (70 36’ 34,05” LS dan 1110 8’ 58,38” BT) dan dilanjutkan foto bersama.

Pukul 14.05 kami mulai pergerakan menuju point 2. Dalam perjalanan, kami beristirahat dua kali. Sampai akhirnya pukul 16.05 kami istirahat kembali dan melakukan ormed ke ladang bagian bawah. Pukul 16.30 kami mendirikan camp. Camp kami dirikan di dekat peristirahatan sebelumnya tepatnya di utara ladang/samping hutan.

Pertama kami memasang fly sheet. Fly sheet kami gunakan sebagai tempat peristirahatan. Kami memasang fly sheet bertiga. Setelah flysheet kita berdiri kokoh, Diah mulai memasak untuk makan malam dan sekaligus persiapan makan pagi sedangkan Rizal dan Shila mulai membuat api unggun. Api unggun pada malam itu hanya menyala beberapa saat/tidak bertahan lama. Bahkan kami juga menggunakan sedikit metanol agar api menyala lebih besar. Namun, api hanya menyala besar sementara dan tetap menyala kecil. Karena api menyala kecil, maka kami mulai menyantap hidangan makan malam.

Pukul 21.00 kami melakukan evaluasi dan briefing. Hasil dari evaluasi yaitu waktu pergerakan kami terlalu lama dan banyak membuang waktu. Dalam evaluasi sebelumnya, kami salah menentukan jalur. Jalur di bukit yang agak terjal dan dekat ternyata memiliki lereng yang curam (untuk menyeberangi sungai) sehingga sulit untuk dilewati.

Hasil dari breafing untuk esok hari kami melanjutkan perjalanan menuju point 3 dan melanjutkan mencari tempat peristirahatan untuk camp. Point 2 terletak di dalam hutan tepatnya di koordinat 1110 9’ 26,01” BT dan 70 36’ 18,5” LS. Point 2 kami lewati sesuai dengan hasil diskusi kami. Kami menentukan jalur rute untuk sampai di point 3 (Desa Gumeng) yaitu kembali ke jalan yang telah dilewati sebelumnya. Di perempatan kami mengambil arah utara.

Setelah bangun pagi setiap peserta langsung melakukan masing-masing sesuai tugasnya. Malam itu kami tidak jaga malam. Di tengah malam hujan turun dan flysheet mengalami kebocoran. Pukul 22.10 kami tidur.

Sabtu, 23 Maret 2013

Alarm telah kami pasang pukul 05.05. Namun karena kelelahan, kami bangun pukul 05.15 WIB. Selama 15 menit kami duduk memandangi kabut, pepohonan, dan sawah yang begitu memukau mata. Kicauan burung dan suara angin seolah memanjakan kami dengan sentuhan nada-nada yang indah. Sungguh begitu indah ciptaan Tuhan.

Pukul 05.30, Shila dan Diah mulai memasak untuk makan pagi sekaligus makan siang. Sedangkan Rizal melanjutkan tidur kembali. Setelah masakan matang, Diah dan Shila membangunkan Rizal, Irvan, dan Damar untuk segera bangun dan menikmati hidangan makan pagi yang telah disiapkan.

Pukul 07.45 kami packing dan pemanasan. Pukul 08.15 kami mulai pergerakan menuju point 3. Point 2 kita lewati sesuai dengan hasil briefing sebelumnya. Point 3 terletak di Desa Gumeng. Pukul 08.15 kami mulai pergerakan menuju Desa Gumeng.

Kami berjalan ke arah utara kembali ke perempatan jalan tempat istirahat sebelumnya. Sampai di perempatan kami mengambil arah barat. Kami berjalan melewati sawah. Jalur yang kita gunakan adalah jalur dengan jalan yang landai. Di setiap titik kami melakukan ormed dan mengajukan berbagai pertanyaan kepada patani di pinggir jalan. Pertanyaan yang kita ajukan adalah arah menuju Desa Gumeng. Setelah kami melewati hamparan sawah yang luas, akhirnya kami sampai di jalan lokal dan kemudian istirahat sejenak karena dari awal perjalanan belum istirahat.

Pukul 10.20 kami sampai di Desa Gumeng setelah berjalan menyusuri jalan yang begitu curam. Setelah sampai di Desa Gumeng, kami melakukan ormed dan intersection. Kami melanjutkan perjalanan sampai di Kantor Kepala Desa Gumeng. Di tengah perjalanan kami melakukan intersection. Kami melakukan intersection dengan mengambil obyek Kantor Kepala Desa Gumeng dan Kuburan Islam Gumeng. Kantor Kepala Desa Gumeng adalah 2230 dari posisi kami. Sedangkan Kuburan Islam Gumeng adalah 1720 dari posisi kami.

Pukul 12.50 kami istirahat sejenak dan kemudian kembali ke jalan yang telah dilewati sebelumnya yaitu pertigaan jalan Desa Gumeng. Sebelum sampai di pertigaan jalan Desa Gumeng, kami istirahat dan makan siang di Kebun Teh. Pukul 13.20 kami mulai pergerakan menuju pertigaan jalan dan sampai di tempat pukul 13.25 (Poskampling).

Setelah beristirahat sekitar 5 menit, kami melakukan intersection. Kami mengalami kebingungan setelah melakukan ormed dan intersection. Dari kebingungan itu kami mengambil kesimpulan bahwa Peta RBI Ngrambe Lembar 1508-134 terdapat kesalahan. Kesalahan yang kita temukan adalah letak Kantor Kepala Desa yang terbalik dengan Kuburan Islam. Selain itu kesalahan juga terdapat pada posisi jalan yang seharusnya berada di selatan/depan Kantor Kepala Desa bukan di utara/ belakang Kantor Kepal Desa seperti yang tertera pada peta.

Dari kesalahan tersebut, kami tidak hanya melakukan ormed, intersection, dan membaca peta namun kami juga telah melakukan interpretasi peta. Dari interpretasi peta yang kami lakukan tersebut, akhirnya kami memutuskan untuk mencari solusi dan melakukan resection.

Setelah kami melakukan resection dan mengetahui posisi kami, kami mengalami kebingungan kembali. Kami mulai istirahat dan Sholat Dzhuhur. Pukul 14.15 kami melakukan ormed dan resection kembali. Kesalahan yang ada pada peta tersebut telah berhasil mengundang rasa penasaran kami. Namun rasa penasaran kami akhirnya berujung pada keputus-asaan. Pukul 14.35 kami memutuskan untuk kembali ke sekre Garba Wira Bhuana tercinta.

Kami berjalan ke arah selatan (pulang). Dalam perjalanan, kami mendapat tumpangan sebuah pick up barang rongsokan sampai ke terminal Kemuning. Kami sampai di Terminal Kemuning pukul 15.40. Setelah hampir setengah jam, akhirnya kami mendapat bus jurusan Karangpandan. Kami sampai di Terminal Karangpandan pukul 16.40 dan kembali mendapat bus jurusan Solo pukul 17.15.

Pukul 18.30 kami sampai di depan gerbang UNS setelah menghabiskan biaya untuk transportasi pulang sebesar 65 ribu dan telah diturunkan/dioper di Mitra Palur. Pukul 18.40 kami makan malam di warung mie ayam depan kampus.

Pukul 19.10 kami mulai pergerakan pulang balik ke Sekre Garba Wira Bhuana. Kaki kami terus melangkah satu persatu diselimuti dengan rasa sedih dan malu. Kami mempersiapkan berbagai jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan oleh saudara-saudara Garba. Di jalan kami memikirkan hal itu. Perjalanan kami tidak semulus yang dibayangkan.

Pukul 19.25 kami sampai di sekre Garba Wira Bhuana.

Tags: , ,

Leave a comment

Add your comment below. You can also subscribe to these comments via RSS

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar