Home » Featured

Hujan Lebat dan Angin Kencang Menyertai Pelaksanaan Gladian Garba: Arung Jeram 2013 !

Submitted by on 17/08/2008 – 01:35

“Pertimbangan faktor cuaca tersebut yang membuat kami membatalkan rencana untuk mengarungi sungai Elo menggunakan 8 perahu.” Tutur Damar.

Damar Ivandi (GWB 22232 AWKB) selaku Ketua Panitia mengisahkan, pengarungan sungai Elo yang sudah direncanakan pada hari Minggu, 3 Maret 2013 mengalami kendala. Cuaca buruk sudah menghadang kami pada perjalanan menuju Magelang. Hujan lebat dengan setianya mengguyur kami dari perbatasan Boyolali hingga Magelang.
Cuaca cerah dipagi hari membuat kami sangat bersemangat menjalani pengarungan. Formasi 4 tim untuk pengarungan pagi dan 4 tim untuk pengarungan siang sudah kami sepakati pada briefing malam hari sebelumnya. Pengarungan pagi berjalan dengan lancar. Tim yang melakukan pengarungan pagi sudah kembali ke basecamp, kemudian tim yang ditunjuk untuk pengarungan siang segera mempersiapkan diri. Namun, cuaca tiba-tiba berubah, dari terik panas menjadi mendung dan hujat lebat. “Pertimbangan faktor cuaca tersebut yang membuat kami membatalkan rencana untuk mengarungi sungai Elo menggunakan 8 perahu.” Tutur Damar.
Berat hati memang dirasakan kepada 1 tim yang batal melakukan pengarungan. Terpaksa pengarungan siang dilakukan hanya dengan 3 perahu. Debit air yang semakin bertambah tinggi membuat kami ragu-ragu melakukan pengarungan. Tingkatan grade sungai Elo yang awalnya berkisar III-IV bertambah menjadi IV+, jeram-jeram di sungai tersebut semakin memperlihatkan liarnya. Benar seperti nama latin olahraga arung jeram ini, wild water sport.
Persiapan dari segi perlengkapan dan materi yang matang, menghasilkan kesuksesan dalam pengarungan ini. 7 tim berhasil mengarungi sungai Elo dengan selamat, meskipun 1 tim yang lain batal turun. Tidak ada kendala berarti selain faktor cuaca seperti yang sudah dijelaskan Ketua Panitia.

Puthut mengatakan “Jeram Celeng benar-benar menampakkan taringnya”

Puthut Bayu Adjie (GWB 21226 BAT) mengatakan, “jeram Celeng benar-benar menampakkan taringnya”. Pengamatan ini dilakukannya bersama anggota yang lain yaitu Ricky Kurniawan (GWB 091 DLA). Selang usia yang terpaut jauh diantara kedua anggota ini tidak memperlihatkan seperti anggota mapala yang sedang melakukan pengamatan, lebih seperti bapak dengan seorang anaknya yang akan mancing di tepian sungai. Memang benar kedua anggota ini terpaut selang umur sekitar 17 tahun. “Hujan lebat tidak menghambat kami mengeluarkan kamera untuk mengambil gambar dan sekedar merekam video perahu-perahu yang melibas jeram Celeng” ujarnya. Naluri fotografer Ricky terpancing begitu melihat perahu yang hampir setengah tegak ketika menabrak jeram-jeram itu. Kamera DSLR miliknya segera dikeluarkan dan berhasil menjepret beberapa gambar ditengah guyuran hujan. Salah satu hasilnya ialah foto Ketua Umum Garba Wira Bhuana yang kemudian diunggah disalah satu jejaring sosial.
Demikian laporan yang dapat kami sampaikan pasca kegiatan Gladian Garba: Arung Jeram 2013. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh peserta yang sudah mengikuti keberlangsungan acara ini dari awal hingga akhir. Kami tunggu dipengarungan berikutnya !

Tags:

Leave a comment

Add your comment below. You can also subscribe to these comments via RSS

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar